Bagaimana Ikan Layur Bereproduksi dan Berkembang Biak?

Ikan layur merupakan ikan yang hidup pada perairan laut Indonesia. Ikan ini dikenal dengan ciri khas bentuknya yang panjang dan ramping. Ikan ini habitatnya tersebar di seluruh perairan tropika dan sedang. Secara susunan Taksomomi, ikan layur termasuk dalam keluarga Trichiuridae.

Ikan layur mempunyai tipe untuk melakukan reproduksi seksual yaitu dengan pembuahan eksternal. Pada proses reproduksi ini, pembuahan dilakukan di laur yaitu dengan cara menggabungkan dua gamet sperma dan telur di luar tubuh pada masing-masing induk dengan terkoordinasi. Proses reproduksi pada ikan ini dibagi menjadi 3 periode yaitu pre-spawning, spawning, dan periode post spawining.

Pada periode pre spawning merupakan sebuah periode dimana proses penyiapan  gonad untuk bisa menghasilkan sel telur dan sperma. Pada saat ini, peningkatan kematangan gonad dan juga terjadi penyiapan telur dan sperma yang akan dikeluarkan. Periode ini merupakan periode yang sangat panjang pada reproduksi ikan Layur.

Periode spawring merupakan periode reproduksi yang sangat pendek. Pada saat ini, terjadi proses pengeluaran sel telur dan sperema dan hasil pembuahan telur oleh sperma. Sedangkan periode post spawning adalah periode dimana berkembangnya telur yang sudah dibuahi. Selain itu, pada tahap ini terjadi penetasan telur dan pembesaran dari telur menjadi embrio, larva dan menjadi anak ikan layur.

Itulah tadi penjelasan mengenai bagaimana ikan layur bereproduksi. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda.

5 Cara Ternak Sapi Betina Bagi Pemula dan Cara Memilih Indukannya

Berminat untuk ternak sapi betina? Jangan asal-asalan. Anda harus yakin dan serius bila ingin beternak hewan ini. Pasalnya, bukan hanya karena cara ternak sapi betina ini yang terbilang cukup sulit, tapi juga modalnya yang tidak sedikit.

Sapi merupakan salah satu jenis hewan yang sudah banyak diternak. Keuntungan besar yang bisa didapat membuat ternak ini dinilai berpeluang bagus. Namun tantangannya, pemeliharaan hewan ini tidak mudah sehingga sangat berisiko merugikan.

Cara Ternak Sapi Betina Bagi Pemula

Seperti yang kita ketahui, ternak sapi tidaklah mudah. Apalagi bagi pemula yang belum tahu banyak hal tentang ternak ini. Sudah pasti dalam menjalankannya akan kewalahan dan bukan tidak mungkin akan gagal.

Oleh karena itu, jika Anda benar-benar berminat untuk ternak sapi betina, berikut ini caranya yang perlu Anda perhatikan:

1. Persiapkan Modal Awal Untuk Ternak

Tak dipungkiri, modal awal untuk mulai ternak sapi betina tidaklah murah. Kita setidaknya butuh dana besar untuk membeli indukan, membuat kandang serta biaya untuk pemeliharaan dan perawatannya.

Anggaran awal tersebut paling tidak harus mencukupi kebutuhan pertama untuk ternak sapi. Barulah kemudian peternakan bisa semakin besar dikembangkan.

2. Pilih Jenis Sapi

Sapi ternak memiliki berbagai macam jenis. Diantaranya yaitu Sapi Ongole, Sapi Limousin, Sapi Brahman, Sapi Bali dan lainnya. Macam-macam jenis sapi ini bisa Anda cari tahu di berbagai blog tentang hewan untuk detailnya.

Jenis sapi sendiri secara garis besar bisa dibagi menjadi dua, yakni sapi lokal dan impor. Untuk itu, Anda perlu memilih jenis sapi yang akan diternak. Sementara untuk pemilihan sapi betina yang bagus, akan dibahas selanjutnya.

3. Siapkan Kandang Ternak Sapi

Untuk luas kandang, pastikan agar sesuai jumlah sapi yang diternak. Ini penting agar sapi ternak nyaman dan tidak stres. Sementara untuk posisinya, kandang harus cukup mendapat sinar matahari.

Jangan biarkan sampai sapi berdesakan karena kandang yang terlalu kecil. Atau suhu kandang terlalu lembap karena tidak ada lubang ventilasi.

4. Pemberian Pakan

Agar sapi betina subur dan sehat, pemberian pakan hijau saja tidak cukup. Untuk itu, sebaiknya campur pakan hijau dengan pakan konsentrat. Misalnya seperti ampas tahu, kulit kacang kedelai dan bekatul.

Untuk meningkatkan kualitas pakan sapi, berikan juga rumput gajah dan setaria kolonjono. Jangan lupa juga berikan vitamin, mineral dan protein tambahannya.

5. Perawatan Sapi

Untuk menjaga ternak sapi betina tetap sehat, jangan lupa melakukan vaksinasi. Berikan juga obat cacing untuk menjaga kekebalan tubuh sapi. Selain itu, rajinlah bersihkan kandang agar tidak kotor dan bau sehingga bisa mempengaruhi sapi.

Cara Memilih Sapi Betina yang Bagus Untuk Indukan

Untuk beternak sapi betina, mulanya Anda tentu harus memiliki indukannya lebih dulu. Maka dari itu, pilihlah indukan sapi yang bagus. Caranya? Anda bisa perhatikan berikut ini:

  1. Pilih sapi betina yang berumur sekitar 18-24 bulan.
  2. Kondisi sehat dan tidak cacat. Memiliki kulit dan mata terlihat mengkilap dengan tubuh yang pas. Serta berdimensi besar dan mempunyai ambing susu ideal.
  3. Pilih sapi yang tampak lincah namun tetap tenang dan tidak mudah gelisah.
  4. Perhatikan nafsu makannya, calon indukan sapi betina harus terjaga asupan dan nutrisinya.

Pada dasarnya memilih sapi betina untuk indukan memang tidaklah sulit. Asalkan tahu ciri-cirinya yang bagus, maka kita akan mudah memilihnya. Perawatan dan cara ternak sapi betina pun akan lebih mudah untuk dilakukan.