Cara Ternak Ayam Potong

 

Pandemi covid 19 yang masih terjadi sampai saat ini, berefek terhadap berbagai sektor kehidupan. Termasuk sektor ekonomi.

Tidak sedikit pekerja kena PHK karena perusahaan tak lagi bisa bayar akibat sepinya pemasukan. Hal ini tentu kondisi yang sulit.

Namun, bersama kesulitan ada kemudahan. ditengah pandemi ada peluang usaha, salah satunya usaha ternak ayam potong. Apakah menjanjikan? sesungguhnya usaha ternak ayam punya prospek cerah dan bisa dijadikan usaha yang serius untuk ditekuni.

Saat ini, semua orang diharuskan menjaga kesehatan agar tidak terpapar virus Corona. Selain vaksin, asupan makanan sehat dan bergizi juga sekarang sangat dibutuhkan.

Sekilas Tentang Ternak Ayam Potong

Daging ayam adalah menu makanan bergizi yang disukai hampir semua orang Indonesia. Jadi, usaha ternak untuk menyediakan daging ayam bagi masyarakat tidak ada matinya. dan inilah kesempatanya.

Artikel ini membahas tentang cara ternak ayam potong. Pembahasan ini mungkin berguna untuk anda yang sedang mencari inspirasi usaha.

Usaha ternak ayam sendiri memang dari dulu hingga sekarang dinilai merupakan usaha yang cukup menjanjikan.

Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia umumnya menyukai konsumsi daging ayam untuk pemenuhan gizi keluarga.

Dengan banyaknya kebutuhan akan daging ayam. Tentunya menjadi peluang yang besar bagi pengusaha untuk coba menyediakan daging ayam. Simak selengkapnya berikut ini.

Bagaimana Cara Ternak Ayam Potong?

Bagaimana cara ternak ayam potong yang baik, sehingga bisa sukses menghasilkan keuntungan? Berikut ini akan dijelaskan analisis disertai contoh nyata jika memelihara ayam potong sebanyak 100 ekor dan 1000 ekor.

Namun sebelumnya, mari mengenal hal hal mendasar terkait ternak ayam potong.

Mengenal Apa itu Ternak Ayam Potong?

Sederhananya, ternak ayam potong adalah beternak ayam pedaging dalam waktu tertentu untuk dijual belikan,  ayam yang diternak bukan ayam petelur dan untuk disembelih dikonsumsi dagingnya. Biasanya ayam potong ini dari jenis ayam ras pedaging atau ayam broiler, meski sebenarnya tidak terbatas pada jenis jenis ini.

Prospek  Usaha Ternak Ayam Potong?

Sampai saat ini, usaha ternak ayam potong masih eksis di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa usaha ini cukup prospektif, meski tentu saja ada berbagai tantangan saat menjalankanya.

Melihat kebutuhan daging ayam yang terus meningkat. Bisa dikatakan bahwa kedepan usaha ternak ayam potong cukup menjanjikan.

Cara Berternak Ayam Potong

Sebelum menghasilkan cuan dari usaha  ternak ayam potong. Tentu anda harus memulai usaha ini dengan benar. Lalu, bagaimana cara beternak ayam potong ?

Jika ingin sukses usaha ternak ayam potong, harus menguasai teknik yang tepat, dan memperhatikan hal hal berikut.

  1.       Memilih bibit ayam potong unggul. Anda bisa mendapatkanya dari perusahaan atau perorangan yang sediakan bibit ayam potong ini.
  2.       Menjaga kondisi kandang dengan baik dan benar. perhatikan sirkulasinya berdasarkan umur ayam, serta menjaga kebersihan kandang serta melengkapi berbagai sarana dan prasarana kandang.
  3.       tak kalah penting, juga pastikan anda kuasi cara memelihara ayam, dari mulai pemilihan bibit, merancang dan membangun kandang, hingga pemasarannya.

Nah itulah cara ternak ayam potong yang baik dan benar harus memperhatikan beberapa hal diatas agar usaha anda bisa meraih hasil maksimal.

Selanjutnya, mari kita coba menganalisa secara langsung bagaimana cara ternak ayam potong. dan dalam pembahasan ini, akan dicontohkan jika anda memelihara 100 ekor ayam dan 1000 ekor ayam potong, bagaimana analisa dan hitung hitunganya?

Analisa Usaha Beternak Ayam Potong Dengan Jumlah 100 Ekor Ayam dan 1000 Ekor Ayam

Berikut ini kita akan menganalisa ternak ayam potong 100 ekor dan ternak ayam potong 1000 ekor. Tetunya, memelihara 100 ayam dengan 1000 ayam berbeda dalam beberapa hal. Mulai dari beda penanganan, modal yang dikeluarkan, untung yang diterima, berbeda resikonya, serta berbeda dalam beberapa hal dan kondisi lainnya.

Maka dari itu, penting untuk menganalisanya lebih dulu sebelum memutuskan mulai beternak ayam potong. Dengan melakukan analisa anda nantinya bisa mengetahui berapa kira kira ayam yang akan dipelihara, berapa modalnya, berapa keuntungan dan bagaimana resikonya. Berikut ulasannya.

  1. Analisa Usaha Ternak 100 Ekor Ayam Potong

Jika anda ingin mencoba beternak ayam potong sebanyak 100 ekor. Berikut analisa dan hitung hitunganya.

MODAL TETAP

Yang termasuk dalam modal tetap yaitu

Kandang ayam ukuran 2×2 m Rp.400.000,-

Tempat makan ayam Rp.8.000 x 8 wadah = Rp.64.000,-

Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 8 buah = Rp.88.000,-

Lampu penerangan Rp. 6.000 x 2 buah = Rp.12.000. Jadi total modal tetap = Rp.564.000,-

BIAYA OPERASIONAL

Pembelian bibit ayam potong 100 ekor x 7.000 = Rp.700.000,-

Pembelian obat-obatan Rp.120.000,-

Biaya listrik =  Rp.100.000. Jadi total biaya operasional= Rp.1.820.000,-

Pembelian konsentrat  2 karung isi 50kg = Rp. 900.000,-

BIAYA PENYUSUTAN

Estimasi biaya penyusutan usaha ternak ayam potong dalam waktu 1 tahun yakni, Penyusutan peralatan dan kandang selama waktu setahun pemakaian sekitar  Rp. 250.000,-

JUMLAH MODAL TOTAL UNTUK TERNAK AYAM POTONG 100 EKOR

Berikut jumlah modal total untuk ternak 100 ekor ayam potong.

(total modal tetap + total biaya operasional+total biaya penyusutan) maka, Rp.564.000+ Rp.1.820.000+ Rp.250.000. Jadi, total modal yang dikeluarkan untuk ternak ayam potong adalah Rp.2.634.000,-(dua juta enam ratus tiga puluh ribu).

Setelah mengetahui jumlah modal yang dikeluarkan, selanjutnya akan dibahas tentang estimasi keuntunganya, berikut penjelasanya.

ESTIMASI KEUNTUNGAN TERNAK  100 EKOR AYAM POTONG

Estimasi harga daging ayam per 1 kg = Rp 25 ribu

Hasil penjualan, 200 kg x 25 ribu = Rp 5 juta

KEUNTUNGAN BERSIH

Berapa keuntungan bersih yang didapat? untuk mengetahuinya, gunakan rumus (hasil penjualan dikurangi modal usaha). Maka, Rp.

Rp.5.000.000 – Rp.2.634.000,- = Rp.2.366.000,- Nah itulah keuntungan yang akan diperoleh jika ternak 100 ekor ayam. Sangat lumayan.

Namun jika ingin untung lebih besar, maka jumlah ayam potong yang diternak harus lebih banyak. Berikut contoh analisa usaha ternak ayam potong sebanyak 1000 ekor ayam.

  1. Analisa Modal Usaha Ternak 1000 Ekor Ayam Potong

MODAL TETAP

Kandang ayam ukuran 15 x 15 meter ( Rp.600.000, x 5 buah Rp.3.000.000)

Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 10 buah = Rp.110.000,-

Tempat makan ayam Rp.8.000 x 10 buah = Rp.80.000,

Lampu penerangan Rp. 6.000 x 15 buah = Rp.90.000,-Total modal tetap = Rp.3.280.000,-

BIAYA OPERASIONAL

Beli bibit ayam potong 1000 ekor x 7 ribu = Rp 7 juta

Upah karyawan 5 x 800 ribu= Rp 4 juta

Pembelian konsentrat  10 karung isi 50kg = Rp 4 juta

Pembelian obat-obatan Rp.120 ribu

Biaya listrik =  Rp 150 ribu

Total biaya operasional = Rp.15.270.000,-

BIAYA PENYUSUTAN

Penyusutan peralatan dan kandang untuk pemakaian dalam waktu 1 tahun Rp.250.000,-

 ESTIMASI MODAL TERNAK 1000 EKOR AYAM POTONG

 

Total modal tetap + total biaya operasional+total penyusutan+total modal usaha. Maka, ( Rp.3.280.000,-

+Rp.15.270.000,-Rp.250.000. Jadi, total modal usaha yang dikeluarkan.adalah sebesar Rp.18.800.000,-(delapan belas juta delapan ratus ribu rupiah). Sangat besar bukan?

PERKIRAAN KEUNTUNGAN TERNAK 1000 EKOR AYAM POTONHG

Perkiraan harga daging ayam per 1 kg = Rp.25.000,-

1000 ekor Ayam potong dengan berat 2 kg per ekor

Hasil penjualan, 2000kg x 25.000,- Rp.50.000.000,-

MENGHITUNG KEUNTUNGAN BERSIH

Menghitung untung bersih ternak 1000 ekor ayam potong menggunakan rumus

Hasil penjualan – Modal usaha = Keuntungan bersih.

Berdasarkan rumus diatas, maka

Rp.50.000.000 – Rp.18.800.000,- = Rp.31.200.000,-Jadi, keuntungan anda sebesar tiga puluh satu juta dua ratus ribu rupiah. Luar biasa besarnya.

TIPS SUKSES USAHA TERNAK AYAM POTONG

Berikut tips yang bisa dijadikan referensi para pengusaha dan peternak ayam potong agar usaha yang dijalani bisa diharapkan untuk sukses. Apa saja ?

  1.       Kuasai pengetahuan tentang sistem pasar ayam potong. Sehingga nantinya anda bisa dengan mudah menjualnya dan mendapat untung memuaskan.
  2.       Hemat biaya operasional, sehingga modal tidak membengkak.
  3.       Menjaga hubungan baik dengan konsumen, agar mereka selalu menerima produk anda. Sehingga anda punya pelanggan setia.
  4.       Menjual daging dengan sistem ecer: hal ini adalah ide bagus, karena dengan sistem ecer maka anda sebenarnya sedang ‘jemput bola’ menggaet pelanggan untuk menawarkan produk anda ditengah konsumen secara langsung. daging eceran juga digemari lantaran harganya relatif lebih murah.  Dengan menjual secara eceran potensi meraih untung lebih masuk akal dan bisa cepat.
  5.       Bekerjasama dengan dinas kesehatan terkait. Ini juga penting agar usaha ternak anda berjalan lancar karena selalu menerapkan sistem peternakan profesional dan sehat sesuai arahan dinas kesehatan. di mata konsumen, peternak ayam potong yang bekerjasama dengan dinas kesehatan akan makin dipercaya. mereka menganggap ayam potong yang anda jual aman dan sehat. sehingga mereka bondong bondong beli daging ayam kepada anda.
  6.       Harga Lebih Murah. Dengan harga lebih murah, konsumen pasti tertarik membeli daging ayam kepada anda. Namun, jangan sampai terlalu menurunkan harga atau bahkan sebaliknya. Dan meski misalnya anda menjual daging ayam lebih murah, tetaplah pertahankan kualitas yang terbaik agar tidak kecewakan konsumen.

Nah itulah tadi, cara ternak ayam potong yang ternyata sangat menjanjikan. Jika anda tertarik,anda bisa memulainya sedikit demi sedikit. misalnya untuk diawal, cukup memelihara sebanyak 100 ekor ayam saja dan berpotensi mendapatkan keuntungan bersih Rp. 2.366.000 (dua juta tiga ratus enam puluh enam) setiap panen.  asalkan proses pemeliharaanya tepat.

Ketika anda sudah menguasai tentang cara beternak ayam potong secara lebih mendalam dan tepat, anda bisa mencoba menambah jumlah ayam menjadi 1000 ekor yang keuntungannya tentunya  lebih besar dibanding hanya 100 ekor.Ternak ayam potong hingga 1000 ekor berpotensi meraup keuntungan bersih sebesar Rp.18.800.000,-(delapan belas juta delapan ratus ribu rupiah) satu kali panen. sangat menggiurkan bukan?

lalu, apakah anda tertarik untuk beternak ayam potong? Dan untuk kamu yang ingin membuka usaha ternak ayam potong kamu juga harus mengetahui berbagai tips dan perawatan ternak ayam yang baik dan benar. Sehingga ketika kamu melangsungkan usaha kamu bisa mempraktekan teori yang tepat, untuk website yang bisa dijadikan referensi dalam beternak ayam yang sukses kami merekomendasikan kamu untuk belajar di https://peternakrakyat.com/.

Di website peternak rakyat ini berbagai artikel tentang ayam boiler, ayam petelur dan unggas lainnya sangat lengkap loh!

 

Yuk Simak Cara Menanam Alpukat Lengkap Sampai Panen

Sebagai buah yang penuh dengan manfaat kesehatan, tidak heran jika Alpukat ramai di pasar Indonesia. Secara umum, Anda bisa menemukan dua varietas alpukat di Indonesia yakni unggul dan lain. Meski memiliki varietas berbeda, setidaknya ada cara menanam alpukat yang tidak jauh berbeda. Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut detail proses penanamannya.

Tahap Penanaman Buah Alpukat 

  1. Penentuan Lahan

Meski dikatakan lahan, namun sebenarnya menanam buah alpukat tidak membutuhkan tempat yang luas. Anda bisa menanam dengan menggunakan polybag atau pot, dengan ukuran yang lebih besar. Mengingat, buah ini tumbuh di pohon yang memiliki ukuran yang cukup besar. Karena itu, Anda tidak perlu bingung jika tidak memiliki lahan taman atau ladang.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang seharusnya Anda camkan sebelum menanam pohon alpukat. Hal ini karena posisi atau lokasi tanaman dapat menentukan hasil tanaman. Hal pertama yang bisa Anda tandai adalah kebutuhan cahaya matahari. Lokasinya harus memiliki pancaran sinar matahari langsung dengan intensitas antara 40 – 80%.

Begitu juga dengan curah hujan. Tanaman ini bisa tumbuh baik meski memiliki curah hujan rendah, tapi perlu kedalaman tanah mencapai 2 meter. Jangan lupa juga dengan asupan angin, yang mana tidak boleh melebihi 62,4 atau 73,6 km per jam. Jadi carilah lokasi yang tidak terkena angin secara langsung, karena bisa merusak pohon alpukat.

Tanaman ini juga bisa tumbuh di hampir semua lokasi, termasuk di dataran tinggi atau rendah sekalipun. Namun, pastikan bahwa suhu udaranya antara 12,8 sampai 28,3 °C. Tahap ini juga berkaitan dengan jenis tanah dan keasamannya. Gunakan jenis tanah lempung liat, lempung, atau endapan dengan pH antara 5,6 sampai 6,4.

  1. Pengolahan Lahan Dan Media Tanam

Dengan segala faktor tersebut, Anda bisa melanjutkan proses penanaman dengan mengolah tanah terlebih dahulu. Hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah menggemburkan tanah dengan menggunakan alat berkebun atau mesin traktor (untuk lahan yang lebih luas). Lakukan pembajakan pada musim kering sehingga penanaman bisa dimulai di awal musim penghujan.

Pada tahap ini, Anda memerlukan area selebar 70 x 70 cm dengan kedalaman sama. Pada penggalian lubang tersebut, Anda harus mencampur tanah yang digali dengan pupuk organik sebanyak 25 kg. Ingat! hanya campur bagian atas saja. Kemudian, biarkan lokasi tersebut terbuka selama 2 minggu. Setelahnya, baru Anda tutup kembali lubang tersebut.

  1. Pembibitan (Cangkok Atau Melalui Biji)

Sembari menunggu proses pengolahan lahan, Anda bisa melakukan penyemaian bibit terlebih dahulu. Proses ini memiliki dua opsi, yakni melalui biji atau dengan sistem cangkok. Proses ini sangat penting karena hasil dari tanaman akan bergantung dengan kualitas dan kemampuan melakukan penyemaian yang baik.

Jika Anda menggunakan benih berupa biji, maka lakukan penyemaian terlebih dahulu. Pilihan biji bisa dilakukan dengan menggunakan biji dari buah alpukat yang sudah tua. Jemur terlebih dahulu biji tersebut di bawah matahari selama 3 jam. Kemudian, letakkan di daerah yang teduh sebelum Anda lanjutkan dengan penyemaian di media polybag.

Lakukan penyemaian pada biji tersebut hingga tumbuh mencapai ketinggian 1 meter. Proses ini cukup memakan waktu, yang mana harus dilakukan sebelum dipindah pada lahan tanam yang sudah Anda olah. Berbeda lagi dengan proses pembibitan vegetatif dengan metode cangkok. Proses cangkok lebih direkomendasikan jika Anda sudah memiliki tanaman alpukat.

Untuk proses cangkok, Anda harus memiliki cabang pohon yang subur, baru, masih cukup muda, dan kuat. Tidak hanya itu, pastikan pohon tersebut tidak memiliki riwayat penyakit. Bisa dikatakan, pilihlah pohon yang memiliki kualitas terbaik. Karena cara menanam alpukat ini akan menghasilkan alpukat yang tidak jauh berbeda dengan indukan dari pohon cangkok.

Jika Anda telah menentukan dan menemukan pohon terbaik, mulai proses cangkok dengan memotong bagian pangkal cabang. Cukup 3 cm dari cangkokan yang mana sudah mulai tumbuh akar. Potongan cangkokan inilah yang akan menjadi bagian untuk disemai pada polybag. Untuk itu, pastikan Anda membiarkan bagian cangkokkan terbuka saat penanaman.

Setelah posisi benih yang akan disemai tertanam di dalam polybag, Anda hanya perlu melakukan perawatan. Dalam hal ini, Anda justru harus menjauhkan bibit dari sinar matahari langsung. Jadi simpan di lokasi yang teduh dan lakukan penyiraman secara rutin, dua kali sehari di waktu pagi hari dan sore hari.

Berbeda dengan proses penyemaian biji, proses cangkok baru bisa dipindahkan ke lahan jika bibit telah memiliki banyak akar. Waktu yang dibutuhkan tidak menentu, karena sekali lagi proses cangkok yang Anda lakukan akan berpengaruh pada hasilnya. Hal itu juga berjalan selaras dengan cara perawatan dan media tanam polybag yang Anda gunakan.

  1. Proses Penanaman

Apabila hasil dari cangkok dan biji sudah memuaskan, tentu Anda bisa memindahkannya ke lahan terbuka. Pada dasarnya, Anda bisa mengikuti indikasi tinggi 1 meter dan akar pada pohon cangkok untuk memindahkan tanaman. Namun, Anda juga bisa melakukan proses penanaman jika awal musim hujan tiba atau lubang tanam sudah stabil.

Yang dimaksud stabil merujuk pada proses pendiaman lahan yang butuh waktu lama. Dengan kondisi tersebut, Anda bisa menggali kembali lubang tanam tersebut. Tidak perlu membuka semua lahan tersebut. Sesuaikan saja dengan ukuran wadah bibit yang sudah Anda semai sebelumnya. Kemudian, jangan lupa untuk membuka polybag sebelum ditanam.

Membuka polybag pun tidak boleh sembarangan. Hal ini karena Anda bisa merusak struktur tanah atau gumpalan tanah. Kerusakan ini bisa menyebabkan gagal tumbuh. Karena itu pastikan Anda menanam pohon alpukat dengan bentuk tanah yang masih sama. Masukkan dan timbun bibit beserta dengan tanah tersebut di dalam lahan tanam.

Untuk tahap yang satu ini, perhatikan tinggi timbunan tanah. Setidaknya, lubang yang harus Anda miliki adalah setinggi leher batang. Sehingga pohon bisa berdiri kuat setelah ditimbun dengan tanah. Untuk memperkuat pohon berdiri, Anda juga perlu menggunakan ajir yang mana diikatkan pada leher batang pohon alpukat.

Jika sudah tertanam, Anda juga perlu melindungi pohon dari terpaan matahari dan angin secara langsung. Solusinya adalah dengan menggunakan semacam naungan atau struktur bangunan sederhana. Gunakan saja kayu dan plastik yang dibangun di sekitar area pohon alpukat tersebut. Pastikan juga naungan itu secara tidak langsung menghalangi sinar matahari dan hujan.

Disarankan, Anda membuat naungan dengan bentuk miring ke bawah yang menuju ke arah barat. Bentuknya menyerupai atap miring yang bisa melindungi pohon hingga benar benar kuat melawan faktor lokasi. Idealnya, Anda bisa melepaskan perlindungan ini jika pohon sudah tumbuh lebih kuat sekitar 2 hingga 3 minggu dari waktu penanaman bibit.

  1. Perawatan Pohon

Baik saat atau setelah proses perlindungan penaungan, Anda perlu melakukan perawatan secara rutin. Proses perawatannya sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, namun perlu dilakukan dengan baik. Ada tiga hal yang harus Anda lakukan dalam proses ini, yakni penyiangan, penyiraman, dan pemupukan.

Penyiangan atau perawatan ini merujuk pada proses pencabutan tanaman gulma. Perlu Anda ketahui bahwa gulma ini adalah tanaman pengganggu yang mempengaruhi pertumbuhan buah alpukat. Anda hanya perlu mencabut dan membersihkan saja. Hal ini bisa Anda lakukan selama proses pertumbuhan tanaman.

Dalam proses perawatan juga terpaut pada proses pemupukan. Bisa dikatakan lahan tersebut memang telah diberi pupuk, tetapi Anda juga perlu memberi pupuk secara rutin. Pasalnya, pupuk adalah sumber nutrisi bagi tumbuhan. Untuk hasil yang lebih baik, disarankan memberikan pupuk sebanyak 4 kali dalam satu tahun.

Intensitas dan juga jumlah pupuk sendiri bergantung dengan usia tanaman dan tipe pupuk itu sendiri. Anda bisa menggunakan pupuk nasa yang telah terbukti kualitasnya. Di cara menanam alpukat tahap perawatan ini, ada baiknya Anda memilih pupuk dengan jenis Urea, KCL, atau TSP. Setiap jenisnya memiliki dosis tersendiri, yang mana lebih baik Anda camkan dengan baik.

Pada usia tanaman 1 sampai 4 tahun, dosis pupuk urea adalah 0,27 sampai 1 kg per pohonnya. Untuk KCL adalah 0,2 hingga 0,8 kg saja, sedangkan dosis pupuk TSP berkisar dari 0,5 sampai 1 kg pupuk per pohon. Mencapai usia 3 – 4 tahun, dosis yang diberikan bisa mencapai 2 atau 4 kali lipat dari dosis sebelumnya.

Pupuk urea yang bisa digunakan adalah 2,22 hingga 3,5 kg. Berbeda lagi dengan TSP yang hanya butuh 3,2 kg per pohon. Sedangkan pupuk KCL memiliki dosis yang jauh lebih tinggi di angka 4 kg per pohonnya. Untuk metode pengaplikasian pupuk pun tidak boleh sembarangan. Karena Anda tidak boleh merusak struktur batang yang sudah tumbuh.

Karena alasan tersebut, pemupukan dilakukan dengan membuat lubang di sekeliling tanaman (tepat di bawah daun atau masih dekat dengan pusat pohon). Lubang tersebut hendaknya memiliki kedalaman berkisar 30 sampai 40 cm. Pastikan, lubang tersebut tidak mengenai akar. Kemudian taburkan pupuk dan timbun dengan tanah.

Sempat disinggung bahwa pohon alpukat bisa tumbuh meski memiliki curah hujan rendah. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak melakukan penyiraman. Pohon alpukat hendaknya disiram dua kali sehari, di pagi dan sore hari. Anda tidak perlu menyiramnya lagi jika sedang turun hujan deras setiap harinya.

  1. Pemanenan

Untuk mencapai titik panen, pohon alpukat butuh waktu mencapai 10 hingga 15 tahun lamanya. Terutama jika Anda menggunakan metode penyiangan biji. Berbeda lagi dengan metode cangkok, yang mungkin bisa mencapai masa dewasa dan siap panen di tahun ke 5 atau 8. Selama masa panen tersebut, pohon alpukat bisa berbuah selama 6 sampai 7 bulan.

Mencapai titik akhir dari cara menanam alpukat, maka Anda bisa mengharapkan proses pemanenan. Perlu digaris bawahi bahwa pohon alpukat tidak terlalu tinggi. Sehingga proses panen bisa dilakukan hanya dengan memanjat dan memetiknya secara langsung dengan tangan. Kalau pun butuh bantuan alat, Anda bisa menggunakan galah untuk mengambil buah.

Bisa dikatakan bahwa menanam dan memanen alpukat sendiri bisa menjadi alternatif pemasukan yang tidak sedikit. Namun, prosesnya pun tidak mudah. Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lahan. Begitu pula dengan pengelolaan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pemanenan. Karena itulah, pahami tahapan tersebut dengan baik.